Shopee vs Tokopedia vs Lazada vs TikTok Shop: Mana yang Paling "Mahal" Potongannya di 2026?
Banyak seller online kaget ketika melihat uang yang masuk ke rekening ternyata jauh lebih kecil dari harga jual yang tertera. Penyebabnya adalah biaya admin, komisi, dan biaya layanan yang dikenakan masing-masing platform. Setiap marketplace punya struktur biaya yang berbeda, dan selisihnya bisa cukup signifikan kalau dihitung dalam jangka panjang.
Catatan: kebijakan biaya admin marketplace berubah cukup sering. Data di artikel ini berdasarkan informasi resmi per Juli 2026 - untuk angka paling akurat dan terkini, selalu cek langsung di Seller Center masing-masing platform sebelum mengambil keputusan bisnis.
Berikut perbandingan lengkap biaya admin dari empat marketplace terbesar di Indonesia per 2026.
Shopee
Biaya admin Shopee dihitung dari harga netto produk (harga setelah diskon yang diberikan seller), dengan tarif berbeda-beda tergantung kategori:
- - Kategori A (fashion, FMCG, lifestyle): 10%
- - Kategori B (elektronik, skincare): 9%–9,5%
- - Kategori C (susu formula, suplemen): 6,5%–6,75%
- - Kategori D (elektronik high-end): 5,25%
- - Kategori E (logam mulia, perhiasan): 4,25%
- - Kategori khusus (e-money, tiket): 2,5%
Selain biaya admin dasar, ada komponen tambahan: biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi, biaya layanan pre-order 3% per kuantitas produk, dan biaya SPayLater Xtra sebesar 2,5%–4% tergantung tenor cicilan. Kalau seller aktif mengikuti program promosi seperti Gratis Ongkir XTRA, total potongan bisa mencapai 18–20% dari harga jual.
Contoh: jaket dijual Rp250.000, didiskon jadi Rp200.000. Biaya admin 10% dihitung dari harga setelah diskon = Rp20.000. Pendapatan bersih: Rp180.000.
Tokopedia (satu ekosistem dengan TikTok Shop)
Catatan: Tokopedia cukup sering mengubah struktur tarifnya. Angka di bawah ini mengacu pada pembaruan per 18 Mei 2026, yang merupakan update terbaru saat artikel ini ditulis.
Tarif komisi Tokopedia bervariasi mulai dari 2,5% untuk kategori bekas pakai/otomotif hingga 12,2% untuk toko Mall, tergantung kategori produk. Produk pre-order dikenakan tambahan 3% di atas tarif komisi standar.
Tokopedia juga menyediakan program diskon komisi seperti GMV Max dan Growth Xtra, yang bisa memangkas tarif efektif hingga sekitar 8 poin persentase bagi seller yang aktif beriklan. Namun ini berarti seller harus mengeluarkan biaya iklan terlebih dahulu untuk mendapatkan diskon komisi tersebut.
Lazada
Dibanding platform lain, struktur biaya Lazada relatif lebih konsisten. Estimasi total biaya admin biasanya berada di kisaran 4%–8%, tergantung kategori dan model operasional toko. Lazada cenderung lebih agresif di kategori elektronik dan brand resmi. (Catatan: Lazada tidak mempublikasikan rincian tarif per kategori se-detail Shopee dan Tokopedia, jadi angka ini bersifat estimasi umum - sebaiknya dicek langsung di Lazada Seller Center untuk kategori produk spesifik Anda.)
TikTok Shop
Platform ini punya potensi total biaya efektif tertinggi dibanding tiga lainnya. Selain komisi platform (yang mengikuti struktur serupa Tokopedia karena satu ekosistem), ada biaya tambahan seperti komisi affiliate (jika produk dipromosikan lewat kreator) dan biaya konten/iklan. Kalau seller aktif menggunakan affiliate marketing, gabungan semua komponen ini diperkirakan bisa mencapai 15%–30% dari harga jual - namun angka ini sangat bergantung pada seberapa agresif seller menggunakan fitur promosi tersebut, bukan tarif dasar semata.
Simulasi Perbandingan Nyata
Misalkan Anda menjual produk fashion seharga Rp200.000 dengan modal Rp100.000 (margin kotor 50%):
| Platform | Rincian Potongan | Untung Bersih |
|---|---|---|
| Shopee | 10% admin + 5% iklan = Rp30.000 | Rp70.000 |
| Tokopedia | 8% komisi + komisi dinamis + 5% iklan ≈ Rp28.000 | Rp72.000 |
| TikTok Shop | 8% komisi + 10% affiliate = Rp36.000 | Rp64.000 |
| Website sendiri | payment gateway ~2,5% = Rp5.000 | Rp95.000 |
Selisihnya cukup jelas. Untuk produk yang sama, berjualan lewat website sendiri bisa menghasilkan keuntungan bersih jauh lebih besar dibanding lewat marketplace manapun, karena tidak ada potongan komisi platform atau biaya affiliate.
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Seller?
Marketplace tetap punya kelebihan: traffic besar dan kepercayaan konsumen yang sudah terbangun, sehingga cocok untuk menjangkau pembeli baru. Tapi mengandalkan marketplace sepenuhnya berarti margin keuntungan terus tergerus seiring kenaikan biaya admin yang terjadi hampir setiap tahun.
Strategi yang lebih sehat untuk jangka panjang adalah kombinasi keduanya: tetap berjualan di marketplace untuk akuisisi pelanggan baru, sambil membangun toko online sendiri untuk pelanggan yang sudah loyal - di mana Anda tidak perlu membayar komisi berulang untuk setiap transaksi dari pelanggan yang sama.
Website atau sistem toko online sendiri juga memberikan kontrol penuh atas data pelanggan, harga, dan strategi promosi - sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan sepenuhnya di marketplace pihak ketiga.
Sumber data: Shopee Seller Education Center, Tokopedia Seller Center, dan laporan media bisnis (per Juli 2026). Karena kebijakan biaya sering diperbarui, disarankan mengecek dashboard Seller Center resmi masing-masing platform untuk angka yang berlaku saat inii